Jumat, 23 Agustus 2013

Ada Hikmah di Setiap Kejadian

Diposting oleh Unknown di 21.57

Hmm,, uda lama ndak posting nih. Mumpung ada yang bisa diceritain, jd posting aja kali ya. Sekalian buat dokumentasi gitu. Hehee :D


Hai, aku Laily. Mahasiswa Sastra Jepang Unair yang sekarang akan menempuh semester 7. Hahaha, sudah tua ya ternyata. 
Tapi, tidak ada yang mengira kalo aku sudah angkatan tua dan umurku sudah kepala 2. 
Bahkan adek sepupuku mengira aku masih muda, yaaah masi umur belasan lah. Hahaha

Alhamdulillah aku sudah sembuh. 
Sakit? 
Iya, semester kemarin, semester 6, aku terpaksa harus mengajukan surat cuti karena sakit. 
Sudah lama aku sakit, sejak semester 5 akhir, aku bahkan hanya sempat mengikuti UAS 3 matkul saja, yg lain ujian susulan dan bahkan ada yg tidak pakai ujian, rata-rata nilainya diambil dari nilai tugas dan kuis serta kegiatan sehari-hari. 
Aku sangat bersyukur karena Ketua Jurusanku yaitu pak Syahrur Marta Dwi Susilo, S.S., M.A. adalah orang yang sangat baik, sehingga dia mempermudah urusanku mengenai ujian dan nilai. 
Andai saja dia tidak memberiku kemudahan dan dia tidak baik, mungkin aku terpaksa harus mengulang semua mata kuliah yang UAS nya tidak aku ikuti. 
Ketika tiba semester baru, aku belum juga sembuh. Aku sempat mengisi KRS, bahkan mengikuti perkuliahan di 2 minggu pertama. 
Tapi karena aku harus segera menyembuhkan penyakitku supaya tidak menjadi lebih parah, jadilah aku pergi mencari pengobatan.

Kenapa aku sakit? 
Hmm, aku sih tidak tau pasti kenapa aku sakit. Mungkin karena kecapekan. 
Iya, aku termasuk orang yang punya banyak kegiatan. Bisa dibilang sok sibuk. Hahahahaha. 
Ketika itu, sepulang kuliah aku kerja part time sebagai guru les, aku juga tergabung dalam club Yosakoi, yang kebetulan akan melakukan pementasan dan aku salah satu penarinya. 
Jadilah aku harus membagi waktu untuk keduanya. Sampai sini tidak ada masalah, karena toh biasanya aku juga selalu sibuk. 
Kesalahanku adalah, aku telat makan dan selalu pulang larut malam. 
Aku pake jaket, tapi ketika latihan Yosakoi aku tidak. Kita latihan di outdoor dan itu malam hari, masak iya latihan nari pake jaket, gerah kan ya. 
Dan aku baru inget bahwa suatu hari ketika hujan turun, subuh-subuh umi’ku membangunkanku untuk membantunya memasang dam, ketika itu aku terkena tetesan air hujan dan rambutku jadi basah. 
Karena masih terlalu pagi, setelah itu akupun langsung kembali melanjutkan tidurku. Yap, tanpa mencuci rambutku, dsb. 
Padahal kalau kena hujan sebaiknya kita mandi dengan air hangat. 
Beberapa hari setelahnya aku mulai merasa tidak enak badan. 
Tapi emang dasar aku orangnya aktif, mau sakit, mau sehat, sama aja semangatnya, jadi tidak ada yang menyadari kalau aku sedang sakit. Aku juga ngerasa baik-baik aja, palingan juga flu ama demam biasa. 
Jadilah aku pergi ke AHCC, semcam UKS di SMA. Dan disinilah letak kesalahannya, aku salah memberikan gejala-gejala dan kejadian yang kemungkinan menyebabkan aku flu dan demam. 
Salah obat, salah penanganan, tidak sembuh-sembuhlah penyakitku. Dan setelah keliling dari satu dokter ke dokter yag lainnya, dari satu rumah sakit ke rumah sakit yang lain, akhirnya ketahuanlah apa penyakitku. 
Dan, yah, penyakitku termasuk yang cukup parah, atau mungkin memang parah. Maaf aku tidak bisa menceritakannya disini. 
Tapi, Alhamdulillah sekarang aku sudah sembuh, insyaallah sudah sehat seperti sediakala. 
Tapi tetep harus jaga kesehatan, supaya tidak sakit lagi.

Ada yang pernah bilang, “selalu ada hikmah di setiap kejadian”

Yap, Alhamdulillah ketika aku sakit, om ku, om Abas memberiku hp, meski hp bekas tapi yang penting masi bisa dipakai bukan, hehehe. 
Dari situlah semua usahaku ini bermula. 
Awalnya sama sekali tidak kepikiran buat punya usaha sendiri. 
Tapi, karena ada beberapa teman yang punya hp yang mereknya sama memiliki sebuah usaha online alias online shop, jadilah saya punya keinginan yang sama. 
Siapa tau rejeki ku disitu. 
Mulalilah saya mencoba mencari barang apa yag kira-kira bisa saya jual, harganya terjangkau, dan sedang diminati. 
Dan kebetulan suatu ketika teman ku menawariku kerjasama untuk menjual wall sticker. 
Namun karena waktunya tidak tepat, dia menawariku ketika dia juga baru membuka kedai yang alhasil bikin dia sibuk, jadilah aku susah menghubunginya untuk mendapatkan kepastian kerjasama. 
Karena aku sudah hampir dapat pasar, jadilah aku meminta nomer supplier yang bisa aku hubungi, karena dia memang sibuk mau tidak mau akhirnya dia memberikan nomer telepon supplier itu. Sehingga aku dapet harga yang lebih murah. 
Alhamdulillah, makasi banyak ya Re. 

Dari sini akhirnya aku mulai mencari barang lain yang mungkin bisa aku jual selain wall sticker. 
Aku pun mencari-cari info dari internet. 
Aku sempet menemukan supplier aksesoris dan baju yang murah. 
Tapi entah kenapa, mungkin rejekiku bukan disitu. Sampai sekarang belom juga ada yang beli baju di aku, hehehe. 
Tapi kalau yang aksesoris sih ada, Alhamdulillah. yang wall sticker sampai sekarang Alhamdulillah masi tetep ada yang pesan. Jadi usahaku ini masih terus berjalan. 
Dan suatu ketika aku tertarik dengan status seorang teman di aplikasi messenger hp ku yang berbunyi “mau penghasilan 4-7juta per bulan?” karena ketika itu penyakitku membutuhkan biaya yang cukup banyak, maka aku tertarik untuk bertanya pada si empunya status. 
Dari situlah aku tahu bahwa yang dia maksud adalah bergabung dengan Oriflame di d’BCN. 
Awalnya masih mikir-mikir, entah udah jalannya atau memang rejeki ku. 
Kebetulan bulan itu (Mei) biaya daftar member oriflame yang biasanya 49.000 jadi cuma 9.900. tapi karena ketika itu saya memang sedang sibuk berobat jadilah pendaftaran saya itu tidak berjalan lancar, tertunda-tunda. 
Namun akhirnya pada tanggal 30 Mei 2013 aku terdaftar sebagai konsultan oriflame di d’BCN.

-bersambung- 



0 komentar:

Posting Komentar

 

Perjalanan Laily Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review