Hai, aku Laily. Mahasiswa
Sastra Jepang Unair yang sekarang akan menempuh semester 7. Hahaha, sudah tua
ya ternyata.
Tapi, tidak ada yang
mengira kalo aku sudah angkatan tua dan umurku sudah kepala 2.
Bahkan adek sepupuku
mengira aku masih muda, yaaah masi umur belasan lah. Hahaha
Alhamdulillah aku sudah
sembuh.
Sakit?
Iya, semester kemarin,
semester 6, aku terpaksa harus mengajukan surat cuti karena sakit.
Sudah lama aku sakit,
sejak semester 5 akhir, aku bahkan hanya sempat mengikuti UAS 3 matkul saja, yg
lain ujian susulan dan bahkan ada yg tidak pakai ujian, rata-rata nilainya
diambil dari nilai tugas dan kuis serta kegiatan sehari-hari.
Aku sangat bersyukur
karena Ketua Jurusanku yaitu pak Syahrur Marta Dwi Susilo, S.S., M.A. adalah
orang yang sangat baik, sehingga dia mempermudah urusanku mengenai ujian dan
nilai.
Andai saja dia tidak
memberiku kemudahan dan dia tidak baik, mungkin aku terpaksa harus mengulang
semua mata kuliah yang UAS nya tidak aku ikuti.
Ketika tiba semester
baru, aku belum juga sembuh. Aku sempat mengisi KRS, bahkan mengikuti
perkuliahan di 2 minggu pertama.
Tapi karena aku harus
segera menyembuhkan penyakitku supaya tidak menjadi lebih parah, jadilah aku
pergi mencari pengobatan.
Kenapa aku sakit?
Hmm, aku sih tidak tau
pasti kenapa aku sakit. Mungkin karena kecapekan.
Iya, aku termasuk orang
yang punya banyak kegiatan. Bisa dibilang sok sibuk. Hahahahaha.
Ketika itu, sepulang
kuliah aku kerja part time sebagai guru les, aku juga tergabung dalam club
Yosakoi, yang kebetulan akan melakukan pementasan dan aku salah satu
penarinya.
Jadilah aku harus membagi
waktu untuk keduanya. Sampai sini tidak ada masalah, karena toh biasanya aku
juga selalu sibuk.
Kesalahanku adalah, aku
telat makan dan selalu pulang larut malam.
Aku pake jaket, tapi
ketika latihan Yosakoi aku tidak. Kita latihan di outdoor dan itu malam hari,
masak iya latihan nari pake jaket, gerah kan ya.
Dan aku baru inget bahwa
suatu hari ketika hujan turun, subuh-subuh umi’ku membangunkanku untuk
membantunya memasang dam, ketika itu aku terkena tetesan air hujan dan rambutku
jadi basah.
Karena masih terlalu
pagi, setelah itu akupun langsung kembali melanjutkan tidurku. Yap, tanpa
mencuci rambutku, dsb.
Padahal kalau kena hujan
sebaiknya kita mandi dengan air hangat.
Beberapa hari setelahnya
aku mulai merasa tidak enak badan.
Tapi emang dasar aku
orangnya aktif, mau sakit, mau sehat, sama aja semangatnya, jadi tidak ada yang
menyadari kalau aku sedang sakit. Aku juga ngerasa baik-baik aja, palingan juga
flu ama demam biasa.
Jadilah aku pergi ke
AHCC, semcam UKS di SMA. Dan disinilah letak kesalahannya, aku salah memberikan
gejala-gejala dan kejadian yang kemungkinan menyebabkan aku flu dan
demam.
Salah obat, salah
penanganan, tidak sembuh-sembuhlah penyakitku. Dan setelah keliling dari satu
dokter ke dokter yag lainnya, dari satu rumah sakit ke rumah sakit yang lain,
akhirnya ketahuanlah apa penyakitku.
Dan, yah, penyakitku
termasuk yang cukup parah, atau mungkin memang parah. Maaf aku tidak bisa
menceritakannya disini.
Tapi, Alhamdulillah
sekarang aku sudah sembuh, insyaallah sudah sehat seperti sediakala.
Tapi tetep harus jaga
kesehatan, supaya tidak sakit lagi.
Ada yang pernah bilang,
“selalu ada hikmah di setiap kejadian”
Yap, Alhamdulillah ketika
aku sakit, om ku, om Abas memberiku hp, meski hp bekas tapi yang penting masi
bisa dipakai bukan, hehehe.
Dari situlah semua
usahaku ini bermula.
Awalnya sama sekali tidak
kepikiran buat punya usaha sendiri.
Tapi, karena ada beberapa
teman yang punya hp yang mereknya sama memiliki sebuah usaha online alias
online shop, jadilah saya punya keinginan yang sama.
Siapa tau rejeki ku
disitu.
Mulalilah saya mencoba
mencari barang apa yag kira-kira bisa saya jual, harganya terjangkau, dan
sedang diminati.
Dan kebetulan suatu ketika
teman ku menawariku kerjasama untuk menjual wall sticker.
Namun karena waktunya
tidak tepat, dia menawariku ketika dia juga baru membuka kedai yang alhasil
bikin dia sibuk, jadilah aku susah menghubunginya untuk mendapatkan kepastian
kerjasama.
Karena aku sudah hampir
dapat pasar, jadilah aku meminta nomer supplier yang bisa aku hubungi, karena
dia memang sibuk mau tidak mau akhirnya dia memberikan nomer telepon supplier
itu. Sehingga aku dapet harga yang lebih murah.
Alhamdulillah, makasi
banyak ya Re.
Dari sini akhirnya aku
mulai mencari barang lain yang mungkin bisa aku jual selain wall sticker.
Aku pun mencari-cari info
dari internet.
Aku sempet menemukan
supplier aksesoris dan baju yang murah.
Tapi entah kenapa,
mungkin rejekiku bukan disitu. Sampai sekarang belom juga ada yang beli baju di
aku, hehehe.
Tapi kalau yang aksesoris
sih ada, Alhamdulillah. yang wall sticker sampai sekarang Alhamdulillah masi
tetep ada yang pesan. Jadi usahaku ini masih terus berjalan.
Dan suatu ketika aku
tertarik dengan status seorang teman di aplikasi messenger hp ku yang berbunyi
“mau penghasilan 4-7juta per bulan?” karena ketika itu penyakitku membutuhkan
biaya yang cukup banyak, maka aku tertarik untuk bertanya pada si empunya
status.
Dari situlah aku tahu
bahwa yang dia maksud adalah bergabung dengan Oriflame di d’BCN.
Awalnya masih
mikir-mikir, entah udah jalannya atau memang rejeki ku.
Kebetulan bulan itu (Mei)
biaya daftar member oriflame yang biasanya 49.000 jadi cuma 9.900. tapi karena
ketika itu saya memang sedang sibuk berobat jadilah pendaftaran saya itu tidak
berjalan lancar, tertunda-tunda.
Namun akhirnya pada
tanggal 30 Mei 2013 aku terdaftar sebagai konsultan oriflame di d’BCN.
-bersambung-
0 komentar:
Posting Komentar